Al-Fatah artinya adalah Yang Maha Pembuka. Kalau kita memperhatikan
dari arti kalimat Al-Fatah, kita akan tahu dan mengerti bahwa, ada yang
membuka berarti ada yang menutup. Dan itu semua hanya Allah SWT. yang
bisa melakukannya. Allah yang memberi (membuka) rizki dan Allah juga
yang menutup rizki itu sehingga tidak diturunkan kepada kita. Oleh sebab
itu, maka kita dituntut untuk tunduk kepadanya dengan menjalankan
segala perintahnya dan menjauhi segala larangan- Nya.
Maka, kita jangan terlalu berharap kepada makhluk, sebab segala
sesuatu juga hanya Allah-lah yang mengaturnya. Hidup, mati, rizki,
jodoh, pekerjaan dan lain sebagainya semuanya hanya Allah-lah yang
mengaturnya karena hanya Allah yang menciptakan semua itu. Makanya bila
bergabung jin dan manusia untuk memberi rizki, kekuasaan atau apa saja
bila Allah tidak menghendaki maka tidak akan bisa memberikannya atau
membantunya. Seperti halnya jika jin dan manusia bergabung untuk membuat
yang serupa Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan dapat membuatnya,
sebagaimana firman Allah SWT.,
“Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi
sebagian yang lain.” (QS. Al-Isra (17): 88)
Begitu juga dengan hati, hati bisa baik atau jelek tergantung Allah
yang mengaturnya. Oleh sebab itu kita harus berusaha dan berdoa kepada
Allah SWT. agar hati kita selalu dilapangkan, sebab yang membuka dan
menutup hati kita adalah Allah SWT. Maka mintalah kepada Allah untuk
dibukakan:
1. Iman yang Kuat. Upaya kita supaya iman kita kuat adalah beri iman
kita pupuk, yang mana pupuk iman itu adalah Ilmu yang bermanfaat, amal
yang baik dan ikhlas.
“Allaahumma inni as-aluka `ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban wa
`amalan mutaqabbalan” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang
berguna, rizki yang baik dan amal yang diterima)
2. Jalan Hidup Sehat. Sebagai upaya kita untuk memiliki jalan hidup
yang sehat selain berdoa kepada Allah adalah beri tubuh kita makanan
yang halalan tayiban, jaga kebersihan tubuh dan rutin beroleh raga.
“… Dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu
(daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu
mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Araf (7): 69)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar