Selasa, 02 April 2013

alif laam miimmm

Alif Laam Miim’
Tahukah anda, apa arti dan makna ‘alif laam Miim’…?
Tiba-tiba saja, aku terhenti membaca lembaran pertama Al-qur’an itu. Dan akupun tak kuasa lagi untuk melanjutkannya… Mataku berkaca-kaca. Kutahan tetesan air mataku, sebisanya. Ah! tidak bisa! Bahkan ada air mata yang menetes jatuh ke bajuku.
Aku tak sanggup berucap. Tenggorokkanku terasa sakit. Lidahku kelu. Nafasku memburu. Tambah lama, air mataku semakin tak terbendung. Akhirnya berderai juga dan kubiarkan berjatuhan. Mengalir deras, entah membasahi apa saja yang ada di bawahnya.
Aku tak tahu apa penyebabnya. Mungkin haru, mungkin rindu, mungkin takut, atau bahkan mungkin ada perasaan cemas. Semua bercampur menjadi satu. Tak bisa kugambarkan bagaimana perasaanku saat itu. Semua rasa ada di dalam qalbu.
Semua itu terjadi ketika pandangan mataku terpaku pada ayat pertama surat Al-Baqarah yang berbunyi “alif laam miim…” Bahkan tanganku yang membawa kitab Al-Qur’an sempat bergetar menahan gejolak hati yang tak karuan rasanya.
Itulah suasana hatiku ketika untuk pertama kali aku masuk ke masjid Nabawi. Aku bersama-sama dengan banyak orang masuk ke masjid Rasulullah. Saat itu aku tak mengetahui arah. Belok kanan, belok kiri atau lurus, aku tak tahu. Aku terus maju mengikuti saja kemana arah langkah kakiku membawa.
Akhirnya aku melihat ada tempat kosong dalam sebuah shaf. Aku pun menuju ke tempat itu. Ku lakukan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku mengambil kitab Al-qur’an untuk ku baca. Ketika aku menebarkan pandanganku ke kanan dan ke kiri, betapa terkejutnya aku. Karena tanpa kusadari aku sudah berada di dekat makam Rasulullah… Dan ternyata itulah yang disebut sebagai Raudhah. Sebuah taman surga yang selalu ku idamkan sejak aku mengikuti manasik haji dahulu. Ternyata saat itu tanpa kusengaja aku sudah berada di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar