“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS. An-Nahl (16): 97)
Inilah jaminan dari Allah SWT bagi orang-orang yang beriman, baik
laki-laki maupun perempuan yang mengerjakan amal saleh, yang mana akan
Allah berikan kepadanya kehidupan yang baik dan juga akan diberikan
kepadanya balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan sebagaimana ayat diatas.
Dalam Islam, dibedakan antara amal saleh (perbuatan baik) dengan
perbuatan jahat. Dalam hal amal saleh (perbuatan baik) Rasulullah SAW
pernah bersabda, “Perbuatan terbaik dimata Allah adalah perbuatan baik yang dilakukan terus menerus meski dalam tingkat yang kecil sekalipun.” (HR. Bukhari)
Dan didalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Kerjakanlah
amal saleh semampu kamu karena Allah SWT tidak akan lelah sedikitpun
untuk memberi penghargaan atas apa yang kamu lakukan asalkan kamu tidak
bosan-bosan melakukannya.” (HR. Bukhari)
Jadi, sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan, pasti ada
balasannya dari Allah SWT walaupun dengan senyuman sekalipun. Sebab
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Rasulullah SAW sendiri
adalah seorang yang banyak tertawa dan tersenyum. Begitu juga dengan
membuang duri yang ada ditengah jalan, memungut sampah dan membuangnya
di tempat samapah dan juga mengucapkan salam kepada orang tuamu,
saudaramu, saudara semuslim atau ketika kita mau masuk rumah sekalipun
sebagaimana Allah SWT berfirman, “Hendaklah kamu memberi salam
kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri,
salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An-Nur (24): 61)
Sedangkan hukum untuk orang yang menjawab salam adalah, “Apabila kamu
dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu
dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (QS.
An-Nisa : 86)
Allah SWT juga menganjurkan kepada kita agar berbuat baik kepada
kedua orang tua kita dengan sebaik-baiknya, sebagaimana firman-Nya, “Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur
lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu
terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil“.” (QS. Al-Israa (17): 23-24)
Itulah bentuk-bentuk amal saleh (perbuatan baik) yang bisa dibilang
kecil tapi kalau dilakukan terus menerus maka Allah SWT akan
memandangnya sebagai perbuatan terbaik. Dan banyak lagi perbuatan baik
yang tidak disebutkan disini yang bisa kita lakukan. Dan semuanya akan
ada balasannya dari Allah SWT dengan pahalanya dan kita pun akan
melihatnya.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah (99): 7)
Tidak semua amal saleh (perbuatan baik) akan dibalas oleh Allah SWT
dengan pahala-Nya atau dengan surga-Nya. Sebab, orang yang tidak
berimanpun (yaitu, orang yang tidak mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya
dan Muhammad SAW adalah utusan-Nya), bisa juga melakukan amal saleh,
malahan bisa jadi akan lebih baik dari kita sebagai orang yang beriman.
Tapi Allah telah menetapkan, hanya orang-orang yang beriman saja yang
akan Allah balas dengan pahala-Nya dan surga-Nya sebagaimana firman-Nya,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki
maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke
dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An-Nisaa” (4): 124)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh,
mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah (2): 277)
Dan banyak lagi firman Allah SWT yang senada yang menerangkan bahwa, “Orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah (2): 82)
Dan, malang bagi orang yang berbuat jahat. Sebab, kejahatan yang dilakukannya akan dipikulnya sendiri sebagaimana firman-Nya, “Dan
barangsiapa yang memberikan syafa’at yang buruk, niscaya ia akan
memikul bagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nisaa” (4): 85)
“Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah
muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan
(setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. An-Naml (27): 90)
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beriman dan selalu
melakukan amal saleh, sehingga Allah SWT pun memasukan kita kepada
golongan “Orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu
penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” Amin.
***
Dari Sahabat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar